Usai Konsumsi Permen, Urine Bocah 3 Tahun Mengandung Narkoba

ibu dan anak

JAKARTA – Majalah HIMABA RI.

Kapolres Kepulauan Meranti AKBP La Ode Proyek, telah mendapatkan informasi dari Satuan Reserse narkoba Polres Meranti tentang laporan ibu balita yang tinggal di Jalan Alah Cikpuan, Gang Mulia Selatpanjang, pada 31 Maret 2018.

Sang ibu berinisial RN dan balita CS diduga mengonsumsi permen yang mengandung zat narkoba, yakni methafetamin dan amphetamin.

Dari pengakuan RN, dia dan sang anak sebelumnya pada Jumat, 30 Maret 2018 bermain di rumah ayahnya atau kakek dari sang anak yang berinisial AR. Saat itu, AR sempat membelikan lima bungkus permen di warung dekat rumahnya.

Anaknya memakan sebanyak tiga bungkus permen dan ibunya sisanya.

Selang tiga jam, usai memakan permen tersebut, balita berumur 3 tahun 8 bulan tersebut mengalami perubahan perilaku. Seperti mengalami gangguan susah tidur hingga berbicara tidak karuan sampai keesokan harinya. Karena hal itu, pihak keluarga langsung melaporkan kepada pihak yang berwajib.

RN didampingi Anggota Sat Resnarkoba, membawa sang anak ke RSUD Kabupaten Kepulauan Meranti untuk mendapatkan pengobatan. Hasil tes urine CS dinyatakan positif menggandung amphetamine.

Tak hanya si balita, sesampainya di rumah, sang ibu juga melakukan tes yang serupa dan dinyatakan positif juga.

Sat Resnarkoba sampai saat sekarang masih menyelidiki keluarga korban dan lingkungan sekitarnya. Termasuk distributor yang memasukkan produk permen tersebut di wilayah Selatpanjang.

Untuk membuktikan terkait dugaan permen yang mengandung narkoba, dilakukan juga uji laboratorium ke BPOM Pekanbaru.

Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti akan menguji permen yang telah diserahkan pihak keluarga korban. Hal terpenting, kata dia, pihak penegak hukum tidak terburu-buru untuk melakukan tindakan represif sebelum adanya hasil laboratorium. MH/Lidya

#STOPNARKOBA

#BNN

#HUMASDPP

#HIMABARI

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *