Pentingnya Kecukupan Gizi Bagi Tubuh

4 sehat 5 sempurna

(4 sehat 5 sempurna)

JAKARTA – Majalah HIMABA RI.

Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa , dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial, dan ekonomi.

Tentunya di dunia ini tak ada satu orang pun yang memiliki keinginan untuk sakit. Ketika kita dalam kondisi sakit, badan akan terasa sangat tidak nyaman. Pastinya kita tidak akan bisa menikmati hari-hari kita dengan indah. Semua akan terasa tidak nyaman. Tidur, duduk, makan pun tidak akan pernah terasa nyaman jika kita dalam keadaan sakit.

Tak hanya itu, kandungan gizi pada makanan juga perlu diperhatikan. Perlu ada yang menyadarkan masyarakat mengenai pentingnya kecukupan gizi terutama bagi buah hati mereka apalagi yang masih bayi dan balita. Mereka membutuhkan makanan dengan kandungan gizi yang cukup untuk pertumbuhan serta perkembangan sensorik dan motorik mereka.

Mereka berhak mendapat penghidupan yang layak dengan asupan gizi yang cukup sesuai kebutuhan umur mereka. Untuk itu, dibutuhkan tenaga gizi yang mengerti masalah gizi dan dengan sigap membantu masyarakat dengan berbagai problematika gizi yang ada. Ahli gizi yang peduli dengan gizi di Indonesia.

Saat ini Indonesia sedang mengalami sebuah masalah besar yang menuntut untuk segera  diselesaikan yaitu masalah gizi buruk yang menimpa balita dan bayi di Kabupaten Asmat Papua. Bayi dan balita yang terkena gizi buruk umumnya berasal dari keluarga tidak mampu. Memang, faktor kemiskinan adalah faktor utama seseorang menderita gizi buruk.

Orang yang tidak mampu, tidak memikirkan kandungan gizi yang ada  pada makanan yang mereka konsumsi sehari-hari. Jangankan kandungan gizinya, apa yang akan mereka makan pun kadang tak terpikir oleh mereka. Yang terpenting bagi mereka adalah bisa makan setiap hari untuk bertahan hidup.Tidak peduli apa jenis makanan itu.

Karena itu ibu-ibu rumah tangga harus tahu gizi yang tepat dan seimbang bagi setiap anggota keluargangya. Selain itu dapat dilakukan pelatihan cara memasak yang benar tanpa mengurangi atau menghilangkan kandungan yang ada dalam makanan tersebut. Memasak jika terlalu matang akan menghilangkan kandungan gizi yang ada dalam makanan.

Namun jika memasaknya tidak  matang juga tidak baik dikonsumsi karena bisa jadi bakteri yang ada pada makanan belum mati sehingga membahayakan jika dikonsumsi karena dapat menyebabkan diare. Makanan yang tidak dimasak terdapat banyak kuman dan bakteri. Makanan seperti itu tidak baik dikonsumsi.

Memang, kandungan gizi yang ada dalam makanan masih utuh, namun makanan tersebut dapat menyebabkan diare. Ibu-ibu rumah tangga harus tahu bagaimana cara memasak makanan yang benar. Maka dari itu marilah kita sama-sama menjaga pola makan juga memperhatikan kandungan gizinya, menjaga kesehatan tubuh adalah salah satu hal penting yang harus selalu kita upayakan. MH/Lidya

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *