Menerima Rekomendasi dari Menkokesra RI dengan Bapak Agung Laksono

Menerima Rekomendasi dari DPR RI dengan Bapak Priyo Budi Santoso sebagai wakil ketua DPR RI bidang Polkam

MoU HIMABA - RI dengan KADIN Provinsi DKI Jakarta

Menteri Perindustrian mendukung Program Kerja HIMABA RI penyuluhan di lingkungan masyarakat Industri

Umroh PT. Nur Cahaya Utama Bersama Himaba - RI

Bersama Bapak Wapres Budiono di Istana Negara

Bersama Raffi Ahmad, Duta Anti Narkoba HIMABA RI

Bersama Ibu GKR Hemas, Wakil Ketua DPD RI dan Dewan Pembina DPP HIMABA RI

Bersama Wakil Pemimpin Redaksi MINA, Alm. Syarif Hidayat sesaat penandatanganan MoU antara HIMABA-RI dengan Miraj Islamic News Agency (MINA)

Bersama Kapolri Jenderal Badrodin Haiti pada puncak Peringatan Hari Anti-Narkotika Internasional (HANI) 2015 di Istana Negara, Jumat (26/6/2015)

Presiden Joko Widodo saat berpidato pada puncak Peringatan Hari Anti-Narkotika Internasional (HANI) 2015 di Istana Negara, Jumat (26/6/2015)

Ketua Umum HIMABA RI Bersama Kepala BNN Bapak Komjen Pol. Budi Waseso

HIMABA RI Mengajak ICMI Mensosialisakan P4GN

Kerjasama dengan Dirut dan GM Bank Bukopin

Bersama Pembina DPP HIMABA RI Ibu DR. Hj. Elza Syarief, SH. MH dan Bapak Ing. Ir. Vidi Galenso Syarief, SH. MH.

Pengurus HIMABA RI kelurahan

Penyuluhan bahaya narkoba di sekolah-sekolah

Surat Rekomendasi KEMENDAGRI kepada HIMABA-RI

 

Melihat Sederet Artis Tertangkap Kasus Narkoba, Tessy Mengajak Semua Artis Bertobat dari Barang Haram Tersebut

download

JAKARTA – Majalah HIMABA RI.

Dalam waktu sepekan, polisi berhasil mengamankan tiga selebritas Tanah Air terkait kasus narkoba. Diawali Fachri Albar dan Roro Fitria, nama anak Elvy Sukaesih, Dhawiya, menjadi yang terakhir dirilis polisi.

Dari penangkapan sejumlah artis tersebut membuat komedian Tessy angkat bicara, ia masih heran mengapa banyak artis yang menggunakan narkoba. Baginya jika membicarakan soal narkoba tak akan ada habisnya.

Oleh karena itu komedian yang akrab di panggil Tessy ini mengajak para rekan artisnya yang menggunakan barang haram tersebut agar segera berhenti. Sebab, hal itu dapat menghindarkan dirinya dari jeratan hukum juga menenangkan keluarga.

Tessy juga menyarankan agar seluruh masyarakat Indonesia menjauhkan diri beserta keluarga dari Narkoba.MH/Lidya

#STOPNARKOBA

#BNN

#HUMASDPP

#HIMABARI

Komplotan Dibekuk Polisi Akibat Simpan Sabu Dibotol Maskara

ilustrasi narkobaa

(Ilustrasi Narkoba)

JAKARTA – Majalah HIMABA RI.

Polda Metro Jaya berhasil mengamankan lima orang yang diduga komplotan pengedar narkotika jenis sabu di kawasan Kedoya, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Rabu, 14 Februari 2018. Mereka menggunakan botol kosmetik maskara untuk menyimpan barang haram itu.

Diduga para pelaku pelaku merupakan jaringan Aceh, kelima pelaku yang berinisial R (38), E (43), A (26), A (28), dan MA (40) itu dibuntuti dari Pelabuhan Merak, Banten, hingga tiba di Jalan Arjuna Utara, Kedoya Selatan, samping Pintu Tol Kebon Jeruk, Jakarta Barat. dikutip dari liputan6.com

Dari penangkapan tersebut, petugas menyita barang bukti enam kotak kosmetik yang berisikan 24 botol maskara berbagai merek. Di masing-masing botol dimasukkan sabu dengan total berat 773,8 gram. MH/Lidya

#STOPNARKOBA

#BNN

#HUMASDPP

#HIMABARI

 

Setelah Anak Raja Dangdut, Kini Anak dan Menantu Ratu Dangdut Jadi Tersangka Narkoba

dhawiya-elvy-sukaesih_20180216_211624

JAKARTA – Majalah HIMABA RI.

Putri bungsu Elvy Sukaesih, Dhawiya Zaida, bersama 3 orang lainnya ditetapkan menjadi tersangka kasus dugaan penyalahgunaan narkoba. Ketiga orang itu adalah Muhammad (tunangan Dhawiya), Syehan (kakak laki-laki Dhawiya), dan Chauri Gita (menantu Elvy Sukaesih).

Kasubdit I Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya AKBP Jean Calvin Simanjuntak menegaskan, baru empat orang yang menjadi tersangka, meksi hasil tes urine kelimanya positif menggunakan narkoba dikutip dari liputan6.com

Ketika dilakukan penggeledahan dirumahnya di Jalan Usaha, Dewi Sartika, Cawang, Jakarta Timur, Ali datang jadi kelima itu dibawa ke Polda.

Polisi mengaku kesulitan menggali informasi terkait orang yang memasok sabu ke Dhawiya Zaida, putri Elvy Sukaesih sang ratu dangdut. Keterangan Dhawiya berubah-ubah.

keduanya juga tidak konsisten dalam menjawab pertanyaan soal asal sabu yang mereka peroleh.

Mereka yang ditangkap yaitu Dhawiya Zaida, Muhammad, Syehan, Ali Zaenal Abidin, dan Chauri (istri Syehan). Chauri tengah hamil 6 bulan dan sudah punya bayi. MH/Lidya

#STOPNARKOBA

#BNN

#HUMASDPP

#HIMABARI

Roro Fitria Diciduk Terkait Kasus Narkoba

roro

JAKARTA – Majalah HIMABA RI.

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya , Kombes Pol Suwondo Nainggolan membenarkan kasus terkait penyalahgunaan Narkotika yang dilakukan oleh seleb Roro Fitria pada Kamis 15/02/2018.

Saat Roro Fitria ditangkap pada Rabu 14 Februari 2018, polisi menemukan barang bukti berupa 2 gram sabu.

Hingga pagi tadi Roro diperiksa secara intensif. Dia masih berada di Polda Metro Jaya.

Sebelum Roro Fitria, polisi juga menangkap artis Fachri Albar terkait kasus narkoba. Fachri ditangkap di rumahnya di Ciputat, Tangerang Selatan.MH/Lidya

#STOPNARKOBA

#BNN

#HUMASDPP

#HIMABARI

Aktor Fachri Albar Kembali Tertangkap Gunakan Narkoba

fachri-albar

(Fachri Albar)

JAKARTA – Majalah HIMABA RI.

Putra dari penyanyi Ahmad Albar tertangkap gunakan sabu dirumahnya kawasan Serenia Hills, Cirendeu, Ciputat Timur, Tangerang Selatan Rabu (14/2/2018) sekitar pukul 07.00 WIB.

Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan menemukan barang bukti berupa satu paket sabu, dua papan Dumolit, alat bong canglong, korek dan puntungan ganja.

Ini bukan kasus narkoba pertama yang dihadapi Fachri Albar. Suami model Renata Kusmanto itu juga pernah terganjal kasus kepemilikan kokain pada 2007 lalu.

Ketika itu polisi melakukan penangkapan terhadap ayah Fachri, Ahmad Albar. Ketika melakukan penggeledahan di rumah Ahmad Albar, polisi menemukan bungkusan kokain seberat 0,13 gram terletak di kamar Fachri Albar.

Saat ini polisi pun masih melakukan pemeriksaan terhadap Fachri Albar atas dugaan kasus kepemilikan sabu, ganja dan dumolid.MH/Lidya

#STOPNARKOBA

#BNN

#HUMASDPP

#HIMABARI

Kenali Gejala HIV AIDS

hiv

JAKARTA – Majalah HIMABA RI.

Human Immunodeficiency Virus adalah suatu virus yang dapat menyebabkan penyakit AIDS. Virus ini menyerang manusia dan menyerang sistem kekebalan (imunitas) tubuh, sehingga tubuh menjadi lemah dalam melawan infeksi. Tanpa pengobatan, seorang dengan HIV bisa bertahan hidup selama 9-11 tahun setelah terinfeksi, tergantung tipenya.

Dengan kata lain, kehadiran virus ini dalam tubuh akan menyebabkan defisiensi (kekurangan) sistem imun. Penyaluran virus HIV bisa melalui penyaluran Semen (reproduksi), Darah, cairan vagina, dan ASI. HIV bekerja dengan membunuh sel-sel penting yang dibutuhkan oleh manusia, salah satunya adalah Sel T pembantuMakrofagaSel dendritik

Virus ini juga dapat ditularkan melalui kontak dengan darah yang terinfeksi, misalnya menggunakan jarum suntik bersama-sama, mesin tato yang terkontaminasi, dan sebagainya. Bisa juga ditularkan dari ibu ke anak selama kehamilan, persalinan atau menyusui. Ketika virus HIV masuk ke tubuh manusia, ia akan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk melemahkan sistem kekebalan tubuh sampai akhirnya menjadi penyakit AIDS.

Gejala Awal Infeksi HIV Setelah sistem kekebalan tubuh melemah, seseorang yang terinfeksi HIV dapat mengembangkan gejala berikut: Lemah, Berat badan turun, Demam dan sering berkeringat Infeksi jamur persisten atau sering terjadi Ruam kulit persisten atau kulit terkelupas Kehilangan memori jangka pendek Infeksi herpes pada mulut, genital, atau anus, Berkembang menjadi AIDS.

Definisi AIDS termasuk semua orang terinfeksi HIV yang memiliki kurang dari 200 sel CD4+ per mikroliter darah. Definisi ini juga mencakup 26 kondisi penyakit yang umum pada penyakit HIV lanjut, tetapi yang jarang terjadi pada orang sehat. Artinya orang yang terkena HIV karena kekebalan tubuhnya lemah, maka akan mudah terserang infeksi baik oleh bakteri, virus, jamur, parasit, maupun organisme lainnya kondisi ini disebut dengan infeksi oportunistik.

Jadi yang menjadi gejala dan penderitaan adalah infeksi yang menyerang (oportunistik), bukan penyakit AIDS itu sendiri. Tanda-tanda dan gejala AIDS yang merupakan tanda-tanda infeksi oportunistik adalah sebagai berikut: Keringat berlebihan di malam hari Menggigil atau demam lebih tinggi dari 100 F (38 C) selama beberapa minggu Batuk, karena seringnya terkena peradangan atau infeksi di tenggorokan.

Sulit atau sakit saat menelan Sesak napas, bisa terjadi akibat pneumonia atau paru-paru basah yang sering disebabkan oleh mikoorganisme pneumocystic carinii. Diare kronis, maksudnya adalah menderita diare yang lama meskipun telah diobati namun tak kunjung sembuh.

Bintik-bintik putih Persistent atau lesi yang tidak biasa di lidah atau di mulut (sariawan) Sakit kepala Kelelahan yang terus menerus Penglihatan kabur dan terdistorsi Berat badan turun drastis Ruam kulit atau benjolan Orang dengan AIDS rentan untuk juga terhadap berbagai kanker seperti sarkoma Kaposi, kanker leher rahim, dan kanker sistem kekebalan yang disebut limfoma.

Setelah diagnosis AIDS ditegakkan, rata-rata waktu survival diperkirakan 2-3 tahun. Jika merasa ada gejala-gejala HIV AIDS seperti di atas, apalagi termasuk golongan yang berisiko maka segeralah periksakan ke dokter atau RS untuk mendapat kepastian
Sumber: Mediskus. MH/Lidya

Suami Dipenjara, Istri Melanjutkan Bisnis Sabu

pasangan

(suami istri tersangka bisnis sabu/dok liputan6.com)

PEKAN BARU – Majalah HIMABA RI.

Berada di jeruji tak membuat Maradona berhenti menjalankan bisnis narkobanya. Dia pun memanfaatkan istrinya, Daroma Rona, untuk menerima sabu seberat 500 gram yang dipesan dari bandar besar di Kota Pekanbaru.

Maradona merupakan narapidana kasus narkoba di Lapas Kelas II Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau. Pria 30 tahun ini diduga mengendalikan peredaran serpihan haram berbentuk kristal dari penjara. dikutip dari liputan6.com

Aksi narapidana ini terendus petugas. Begitu paket diterima, istrinya langsung ditangkap di rumahnya di Jalan Prof M Yamin, Gang Garuda, Kecamatan Tembilahan.

Penggeledahan disaksikan Ketua RT setempat. Di mana petugas Satuan Reserse Narkoba Polres Indragiri Hilir menemukan paket berisi beberapa bungkusan yang di dalamnya ada sabu.

Pengiriman dilakukan  jasa travel dengan tujuan istrinya di rumah. Barang buktinya setengah kilogram, hampir Rp 1 miliar.

Selain narkoba jenis sabu, juga disita beberapa buah telepon genggam yang terdapat komunikasi pasangan suami istri ini terkait pemesanan sabu. Turut disita beberapa ATM dan buku tabungan yang di dalamnya diduga terdapat uang penjualan narkoba

Ekonomi menjadi alasan istri tersangka melakukan bisnis haram tersebut.

Kedua tersangka dijerat dengan Pasal 114 dan atau Pasal 112 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman penjara maksimal seumur hidup dan paling lama 20 tahun penjara.MH/Lidya

#STOPNARKOBA

#BNN

#HUMASDPP

#HIMABARI

Tak Hanya Mencuri Ikan, Kapal Juga Pengangkut Narkoba

kapal

(Foto: KM Sunrise Glory ditangkap TNI AL/Detik.com)

BATAM – Majalah HIMABA RI.

Kapal patroli KRI Siguro-864 melakukan patroli sekitar pukul 14.10 WIB, Rabu (7/2). Saat itu tim melihat kapal berbendera Taiwan. Tim patroli, mendeteksi kapal asing tersebut sedang melakukan aktivitas ilegal di perairan Selat Philip perbatasan perairan Singapura dan Batam.

Sunrise Glory berbendera Taiwan yang diduga melakukan illegal fishing di selat Philip, Kepulauan Riau. Kapal ini juga diduga kerap menyelundupkan narkoba ke Indonesia.

Berdasarkan pemeriksaan TNI AL, tujuan kapal KM.Sunrise Glory yaitu Malaysia-Taiwan, saat diperiksa muatan kapal kosong, namun di kapal ditemukan jaring trawl. Kapal tersebut juga tidak sama sekali membawa dokumen resmi saat berlayar.

kapal KM.Sunrise Glory kerap diduga berubah nama dan bendera saat memasuki teritorial negara persinggahannya. Dari hasil penyidikan petugas TNI AL, kapal KM Sunrise Glory pernah berubah nama yaitu Panthom Ship saat berlayar di wilayah Singapura dan mengibarkan bendera Singapura dan berubah nama lagi menjadi KM Sun De Man-66 dikutip dari detik.com

Pihak Danlantamal IV masih terus melakukan pemeriksaan dan penyelidikan terhadap nahkoda dan 4 anak buah kapal tersebut agar bukti lebih kuat. MH/Lidya

#STOPNARKOBA

#BNN

#HUMASDPP

#HIMABARI

PNS Kemenkes Ditangkap Polisi

JAKARTA – Majalah HIMABA RI.

Pada Minggu, 4 Februari 2018. Anggota Satuan Ditresnarkoba Polda Metro Jaya mengamankan oknum PNS yang bertugas di Kementerian Kesehatan.

Tersangka tersebut berinisial IH, Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Suwondo Nainggolan mengatakan  IH diamankan di Jalan Hang Jebat, Jakarta Selatan.

narkoba-sabu

(Ilustrasi Narkoba-sabu)

Barang bukti ditemukan dari kantong celana tersangka yaitu sabu dengan berat sekitar 0,9 gram. Pengembangan pun dilakukan. Dari keterangan IH, polisi juga berhasil mengamankan seorang yang diduga bandar narkoba inisial U di kediamannya di kawasan Depok, Jawa Barat, pada Selasa malam.

Polisi akan terus mendalami kasus tersebut untuk mengetahui info lebih lanjut mengenai dua tersangka itu, terutama dugaan U yang menjajakan sabunya di lingkungan PNS Kementerian Kesehatan. MH/Lidya

#STOPNARKOBA

#BNN

#HUMASDPP

#HIMABARI

Penyelundupan Sabu yang Disamarkan Dengan Bungkus Teh Cina

ilustrasi tersangka

(Ilustrasi Tersangka)

JAKARTA – Majalah HIMABA RI.

Penyeludupan narkoba yang memiliki jaringan internasional ini dikendalikan oleh seorang narapidana yang berada di lembaga pemasyarakatan (lapas).  Narkotika jenis sabu seberat 25 kilogram yang dikemas dalam bungkus teh ini berhasil digagalkan oleh Polda Metro Jaya.

Ditresnarkoba Polda Metro Jaya menangkap tiga orang pelaku pengedar narkoba dari tiga lokasi berbeda yakni di Jakarta dan Sumatera Barat pada 24 Januari 2018, dan 27 Januari 2018. dikutip dari liputan6.com Selasa (6/2/2018)

Ketiganya adalah anggota jaringan pengedar narkoba internasional yang mempunai hubungan langsung dengan jaringan Malaysia dan Jakarta dan menyelundupkan sabu dengan cara estafet. Salah satu pelaku berinisial DO ditembak mati karena mencoba merebut senjata api petugas saat pengembangan kasus tersebut.

Sabu yang diedarkan oleh pelaku ini diberikan dengan cara estafet kepada pengedar lainnya. Dari Malaysia menggunakan jalur laut ke Pekanbaru, Riau. Setelah itu, dari Pekanbaru dilanjutkan melalui jalur darat ke Jakarta. MH/Lidya

#STOPNARKOBA

#BNN

#HUMASDPP

#HIMABARI