Menerima Rekomendasi dari Menkokesra RI dengan Bapak Agung Laksono

Menerima Rekomendasi dari DPR RI dengan Bapak Priyo Budi Santoso sebagai wakil ketua DPR RI bidang Polkam

MoU HIMABA - RI dengan KADIN Provinsi DKI Jakarta

Menteri Perindustrian mendukung Program Kerja HIMABA RI penyuluhan di lingkungan masyarakat Industri

Umroh PT. Nur Cahaya Utama Bersama Himaba - RI

Bersama Bapak Wapres Budiono di Istana Negara

Bersama Raffi Ahmad, Duta Anti Narkoba HIMABA RI

Bersama Ibu GKR Hemas, Wakil Ketua DPD RI dan Dewan Pembina DPP HIMABA RI

Bersama Wakil Pemimpin Redaksi MINA, Alm. Syarif Hidayat sesaat penandatanganan MoU antara HIMABA-RI dengan Miraj Islamic News Agency (MINA)

Bersama Kapolri Jenderal Badrodin Haiti pada puncak Peringatan Hari Anti-Narkotika Internasional (HANI) 2015 di Istana Negara, Jumat (26/6/2015)

Presiden Joko Widodo saat berpidato pada puncak Peringatan Hari Anti-Narkotika Internasional (HANI) 2015 di Istana Negara, Jumat (26/6/2015)

Ketua Umum HIMABA RI Bersama Kepala BNN Bapak Komjen Pol. Budi Waseso

HIMABA RI Mengajak ICMI Mensosialisakan P4GN

Kerjasama dengan Dirut dan GM Bank Bukopin

Bersama Pembina DPP HIMABA RI Ibu DR. Hj. Elza Syarief, SH. MH dan Bapak Ing. Ir. Vidi Galenso Syarief, SH. MH.

Pengurus HIMABA RI kelurahan

Penyuluhan bahaya narkoba di sekolah-sekolah

Surat Rekomendasi KEMENDAGRI kepada HIMABA-RI

 

Aktifis Anti-Narkoba Masuk Dalam Jaringan Peredaran Narkoba Lintas Provinsi

TERSANGKA

(Muhammad Taufik /Foto/lst)

MAKASSAR – Majalah HIMABA RI.

Muhammad Taufik alias Uki (22) yang diketahui berstatus mahasiswa di Universitas Sawerigading Makassar Fakultas Hukum sekaligus tercatat sebagai aktivis mahasiswa lembaga Anti-Narkoba dan HIV dan Aids itu, diciduk tim gabungan saat asyik menikmati segelas kopi di Warkop 46 Jalan Pelita Raya, Kecamatan Rappocini, Makassar, Minggu 11 Maret 2018.

Saat diketahui keberadaannya di Warkop 46, Tim Resmob Polda Sulsel langsung ke lokasi dan berhasil menangkap pelaku tanpa ada perlawanan sedikit pun. Kemudian digiring ke Posko Resmob Polda Sulsel di Jalan Hertasning Makassar untuk selanjutnya diinterogasi.

Hasil interogasi, pelaku akhirnya mengaku pernah mengirim narkoba jenis sabu-sabu dari Kota Makassar ke Kota Ambon dengan menggunakan alamat Ikram, rekan pelaku yang lebih awal ditangkap oleh tim Polda Maluku.

Kedoknya sebagai anggota jaringan narkoba lintas provinsi, tepatnya Makassar-Ambon, berhasil dibongkar oleh tim Resmob Polda Sulsel.

Diduga Pelaku sudah lama menjadi target pihak Polda Maluku setelah diketahui terlibat dalam jaringan peredaran narkoba lintas Makassar-Ambn. Pelaku memasok narkoba dari Makassar ke Kota Ambon. Keberadaan pelaku akhirnya terendus setelah tim mendapatkan informasi dari seorang informan binaan Resmob Polda Sulsel.

Kepala Unit Reserse Mobile (Resmob) Polda Sulsel AKP Edy Sabhara mengatakan penangkapan terhadap pelaku berdasarkan surat perintah bernomor SP-Kap/09/III/Ditresnarkoba/Polda Maluku per tanggal 11 Maret 2018.

Pelaku saat ini masih ditahan di Posko Resmob Polda Sulsel untuk selanjutnya proses hukumnya diserahkan ke Polda Maluku.

Tersangka juga masih dalam proses oleh Polda Sulsel dan Polda Maluku. MH/Lidya

#STOPNARKOBA

#BNN

#HUMASDPP

#HIMABARI

#LBH HIMABARI

 

HIMABA RI Desak Pemerintah Susun Draf UU Narkotika No 35 Tahun 2009

Bambang-Soesatyo-1

(Bambang Soesatyo/Foto/Lst)

JAKARTA – Majalah HIMABA RI.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat dari 87 juta populasi anak di Indonesia, 5,9 juta di antaranya menjadi pencandu narkotika. Kemudian, 1,6 juta anak dari jumlah tersebut menjadi pengedar.

Dalam menyikapi hal tersebut, Ketua DPR RI Bambang Soesatyo dimana sekaligus beliau juga sebagai Dewan Pembina Himpunan Masyarakat Anti Narkoba Republik Indonesia (HIMABA RI) meminta agar Badan Legislasi (Baleg) DPR segera mendesak Pemerintah untuk menyusun draf revisi Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Mengingat terdapat 72 jaringan internasional yang aktif bersaing menjual narkotika di Indonesia akan terus mengalami regenerasi pangsa pasar serta sasarannya ditujukan sampai ke tingkat terendah yaitu anak-anak usia 9 tahun.

Bamsoet juga meminta Komisi II DPR mendorong Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama pemerintah daerah (Pemda) untuk memanfaatkan dana desa dengan memberdayakan perangkat desa guna mencegah masuknya narkotika ke desa-desa.

Terutama untuk lingkungan sekolah dimana tempat anak anak lebih banyak menghabiskan waktu disana, mengingat peredaran narkotika sudah mencapai titik parah, yang menyasar anak TK, SD, dan SMP sebagai pasarnya.

KPAI bersama BNN dan Badan Pengawas Obat-Obatan dan Makanan (BPOM) perlu untuk melakukan razia makanan dan minuman di warung-warung/toko yang menjual makanan dan minuman di lingkungan sekolah secara menyeluruh.

Tak hanya iyu, peran serta orang tua juga sangat penting melakukan pengawasan terhadap tumbuh kembang anak, terutama dalam pergaulan di lingkungan sekitar anak.

Diharapkan agar semua masyarakat  ikut berkomitmen dalam memerangi narkotika, mengingat setiap bulannya muncul narkotika jenis baru, melalui minuman, permen, dan modus operandi lainnya. MH/Lidya

#STOPNARKOBA

#BNN

#HUMASDPP

#HIMABARI

#LBH HIMABARI

 

Tak disangka Anak Kepala Badan Narkotika Kabupaten Sudah Pakai Sabu 5 Tahun

anak terjerat

(Arjab Ajib Mattotorang/Foto/lst)

MAROS- Majalah HIMABA RI.

Anak bungsu Harmil Mattotorang yakni Arjab Ajib Mattotorang (32), dinyatakan positif menggunakan sabu setelah menjalani pemeriksaan dan tes urine.

Ajib adalah pegawai negeri yang bertugas di bagian keuangan Pemkab Maros. Ia ditangkap oleh Ditres Narkoba Polda Sulsel pada Selasa dini hari bersama petugas Satpol PP Yusri (36), pegawai bandara Haerul (31), dan seorang wiraswasta Haeril (25). dikutip dari detik.com

Berdasarkan laporan warga yang kerap melihat rumah tempat ia ditangkap itu sering digunakan untuk berpesta sabu. Saat digerebek, ditemukan barang bukti sabu sebesar 0,21 gram bersama alat isap.

Dari pengakuan tersangka, mereka sudah lama mengonsumsi sabu. Setiap kali menggunakan sabu, mereka bergantian membeli dari Makassar. Mereka pun disebut sudah lama menjadi target operasi.

Sejauh ini, peran keempat tersangka masih sebatas pengguna berdasarkan barang bukti yang ditemukan. Rumah yang ada di Jalan Cemara, Kelurahan Alliritengae, Kecamatan Turikale, Maros, memang sudah sering digunakan oleh mereka.

Satu tersangka lain yang ditangkap melalui pengembangan di Jalan Teuku Umar, Kecamatan Tallo, Makassar, Rauf Topan (36), berperan sebagai bandar. Satu orang lainnya berinisial D dinyatakan jadi buron.

Wakil Bupati Maros Harmil Mattotorang mengaku kaget atas kabar itu. Ia tidak menyangka anak bungsunya itu bisa terjerat barang haram tersebut. Harmil, yang tengah mengikuti rakornas penanggulangan konflik sosial menjelang pilkada dan pemilu di Jakarta, hanya pasrah dan menyerahkan sepenuhnya kepada polisi.

Harmil, yang juga Ketua Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Maros sekaligus Ketua Partai NasDem Maros, mengaku kabar itu ia terima dari media. Saat hendak berangkat, ia sempat bertemu dengan anaknya di rumah. Dalam keseharian, anaknya itu diakui tidak sering ke luar rumah. MH/Lidya

#STOPNARKOBA

#BNN

#HUMASDPP

#HIMABARI

#LBH HIMABARI

Pemuda di Sumut Simpan 5,5 Kg Ganja di Kandang Sapi

sabu dalam kandang

(Foto/Detik.com)

MEDAN – Majalah HIMABA RI. Seorang pemuda bernama Candra Rangkuti (20) di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, dibekuk setelah kedapatan menyimpan ganja seberat 5,5 kilogram, dia merupakan warga Kecamatan Panyabungan Timur.

Penindakan terhadap Candra dilakukan pada Jumat (2/3) di Desa Salambue, Kecamatan Panyabungan Kota, Mandailing Natal. dikutip dari detik.com

Informasi bermula dari masyarakat bahwa adanya peredaran narkoba, petugas lalu melakukan penyelidikan. Hasilnya, keberadaan pelaku diketahui petugas ada di sebuah kebun. Saat hendak menuju kandang sapi, pelaku langsung disergap.

Ditemukan satu paket ganja seberat 5,5 kilogram di kandang sapi, Selain ganja, petugas juga menyita dua unit HP, satu unit sepeda motor tanpa plat dan uang senilai Rp 19 ribu. Kasus ini masih didalami oleh petugas. Sebab, pemesan ganja tersebut belum ditangkap. Terkait pemesannya, Bangko masih belum merinci.

Untuk saat ini pelaku dan barang bukti telah diamankan di Kantor BNN Kabupaten Mandiling Natal. Kasus masih perlu dikembangkan. MH/Lidya

#STOPNARKOBA

#BNN

#HUMASDPP

#HIMABARI

#LBH HIMABARI

Pramugari Terciduk Bawa Narkoba di Bali

pesawat

BALI – Majalah HIMABA RI. Seorang pramugari salah satu maskapai di Indonesia berinisial M ditangkap karena membawa narkoba jenis kokain seberat 5 gram. Pelaku diciduk anggota Reskrim Polsek Kuta di sebuah kos-kosan di wilayah Kuta, Kabupaten Badung, Bali.

Penangkapan pramugari M setelah polisi berhasil meringkus sang kekasih berinisial FHM, 37, di areal sentral parkir, Kuta, Sabtu malam, 24 Februari lalu.

Informasi yang diperoleh JawaPos.comFHM sendiri menjadi incaran polisi sejak lama. Karena itu, ketika FHM bergerak menuju sentral parkir, polisi langsung bergerak dan menangkapnya.

Polisi berhasil mengamankan satu paket kokain seberat 0,7 gram dari kekasih tersangka.

Di sentral parkir, tim yang dipimpin Panit Buser Iptu Budi Artama juga mengamankan pembeli kokain berinisial DBS. DBS mengaku membeli barang haram itu seharga Rp 2,5 juta. DBS pun langsung diamankan bersama FHM.

Dari hasil pengembangan, FHM mengaku barang didapat dari pria berinisial BN dengan harga satu paket Rp 2 juta. BB itu lalu dipecahkan dan dijual ke orang yang membutuhkan.

Pelaku mengaku bahwa ia sudah mengonsumsi kokain sejak lama bersama kekasihnya, Mereka berdua kumpul kebo di kosan daerah Bali ketika off dari pekerjaan dan sesekali mereka berpesta kokain.

Di kosan itu, tim menemukan satu paket kokain 5 gram dan satu paket sabu dengan berat 0,12 gram. Kemudian wanita asal Jakarta Selatan ini langsung digiring ke mapolsek untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

BN sendiri akhirnya diamankan di Jalan Saraswati, Seminyak. Empat paket kokain dengan berat masing-masing 0,7 gram, dan uang tunai Rp 20 juta dari hasil jual sabu berhasil disita. Kapolsek Kuta, Kompol I Nyoman Wirajaya masih akan kembangkan kasus tersebut sampai semua bukti jelas. MH/Lidya

#STOPNARKOBA

#BNN

#HUMASDPP

#HIMABARI

#LBH HIMABARI

Komjen Heru Winarko Resmi Dilantik Jokowi Sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN)

pelantikan

(Heru Winarko dan Budi Waseso/Foto/lst)

JAKARTA – Majalah HIMABA RI. Hari ini (1/03/2018) Presiden Jokowi resmi melantik Kepala Badan Narkotika Nasional ( BNN ) yang baru yakni Komjen Heru Winarko di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Komjen Heru ditunjuk langsung oleh Presiden Jokowi sebagai pengganti Kepala BNN sebelumnya Budi Waseso. Budi Waseso hampir tiga tahun menjabat sebagai Kepala BNN sejak 8 September 2015.

Sebelumnya Heru sendiri menjabat sebagai Deputi Bidang Penindakan KPK, Heru yang lahir di Jakarta 1 Desember 1962 juga pernah menjabat sebagai Staf Ahli Bidang Ideologi dan Konstitusi Menkopolhukam. Di tahun 2012, Heru juga pernah menjabat sebagai Kapolda Lampung.

Tentunya Atas nama pimpinan dan seluruh Anggota Himpunan Masyarakat Anti Narkoba Republik Indonesia ( HIMABA RI)  mengucapkan selamat dan sukses kepada Komjen Heru Winarko yang telah dilantik sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) yang baru.

Semoga dengan Komjen Heru Winarko BNN bisa menjadi lebih baik lagi dalam memberantas dan mencegah penyalahgunaan Narkoba di Tanah Air.

Dan tak lupa untuk Budi Waseso yang sudah memimpin BNN selama hampir 3 tahun, Windu Priyo Wibowo selaku Ketua Umum Himpunan Masyarakat Anti Narkoba Republik Indonesia (HIMABA RI)  juga turut menyampaikan terima kasih kepada Budi Waseso yang sudah memberikan dukungan penuh, selalu menyemangati dan senantiasa ‘ready‘ untuk membantu masyarakat Indonesia dalam menyelesaikan masalah-masalah Narkoba. MH/Lidya

#STOPNARKOBA

#BNN

#HUMASDPP

#HIMABARI

#LBH HIMABARI

Pria Nekat Sembunyikan Sabu Dalam Bakso

sabu dalam bakso

(Foto/lst)

MEDAN – Majalah HIMABA RI. Seorang pria ditangkap polisi saat hendak menyelundupkan satu paket sabu seberat 3,8 gram ke dalam makanan bakso di Mapolrestabes Medan, Sumatera Utara, Sabtu (24/2/2018) sore.

Pelaku mengaku mengantarkan bakso tersebut untuk seorang tahanan di kantor Polrestabes Medan. Awalnya aparat mencurigai pria bernama Anis, karena gerak-geriknya mencurigakan.

Petugas kemudian memeriksa bakso dengan cara dipencet, namun bakso yang dibawa pelaku mengambang. Hingga akhirnya petugas menemukan sabu yang disisipkan dalam bakso tersebut.

Untuk penyelidikan lebih lanjut, pelaku dibawa ke Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan. Dari pengakuannya, sabu dipesan oleh salah satu tahanan kasus pembunuhan di sel polisi. Sebagai imbalan atas jasanya, pelaku diimingi uang Rp300.000.

Dalam kasus seperti ini tentunya kita bukan hanya harus menghindar dan mencegah, namun juga harus teliti dalam mengkonsumsi makanan ataupun minuman yang saat ini sering diburu oleh pengedar Narkoba untuk menutupi barang haram tersebut.MH/Lidya

#STOPNARKOBA

#BNN

#HUMASDPP

#HIMABARI

Pemprov DKI siap untuk menegakkan Peraturan Daerah Untuk Tindaklanjuti Sarang Narkoba Ditempat Hiburan Malam

anies

(Anies Baswedan/Foto.lst)

JAKARTA – Majalah HIMABA RI. Sebagai lanjutan kasus soal 36 tempat hiburan yang di temui oleh BNN  diduga menjadi sarang peredaran narkoba,  Pemprov DKI Jakarta Anies Baswedan ingin menindak lanjuti kasus tersebut.

Bagi Anies menutup tempat hiburan malam tidak akan membuat pendapatan asli daerah DKI Jakarta berkurang, Sebab Pemprov DKI mempunyai mempunyai sumber dana yang lain.

Pemprov DKI siap untuk menegakkan Peraturan Daerah (Perda) DKI Jakarta Nomor 6 Tahun 2015 Tentang Kepariwisataan.

Didalam Pasal 99 Perda DKI Jakarta itu, disebutkan setiap pengusaha dan/atau management perusahaan hiburan malam yang terbukti melakukan pembiaran terjadinya peredaran, penjualan dan pemakaian narkoba dan/atau zat additive di lokasi tempat usaha hiburan malam, akan dilakukan pencabutan Tanda Daftar Usaha Pariwisata.

Apabila terjadi pelanggaran Perda akan langsung dikenakan sanksi, bahkan ditutup sekalipun.

Tentunya HIMABA RI sangat mendukung rencana Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengenai rencana menutup tempat-tempat yang menjadi tempat peredaran barang haram tersebut. Pasalnya jika tidak ada tindak tegas dari Pemerintah maka Peredaran narkoba akan semakin meluas.

Namun untuk membahas temuan BNN itu, Anies akan membuka kesempatan untuk bertemu dengan Komjen Budi Wases beserta jajarannya untuk mencari tahu bukti-bukti yang lebih akurat juga mencocokkan sumbernya yang selama ini sudah banyak digunakan selain dari Internal atau pun BNN.MH/Lidya

#STOPNARKOBA

#BNN

#HUMASDPP

#HIMABARI

Gerakan Artis Tanpa Narkoba

JAKARTA – Majalah HIMABA RI.

Karena semakin maraknya kasus narkoba yang terjadi pada sederet artis tanah air, membuat Polres Metro Jakarta Selatan bersama dengan Ikatan Manajer Artis Indonesia (Imarindo) membuat gerakan artis tanpa narkoba.

Nantinya, manajemen artis dan produser film akan membuat peraturan untuk para artis agar bebas dari penyalahgunaan narkoba dan menandatangani perjanjian kerja sama atau memorandum of understanding (MoU).

Banyak pihak yang mendukung gerakan tersebut, terutama kalangan Artis seperti Nikita Mirzani, Vidi Aldiano yang menurutnya memakai narkoba adalah salah satu tindakan yang sangat merugikan.

Vidi Aldiano bahkan menyamakan artis-artis yang menggunakan narkoba laiknya pengangguran. Sebab, jika produktif dalam bekerja, artis pun tak akan memiliki waktu menggunakan obat-obatan terlarang.

Tak cuma masalah produktivitas bagi artis yang menggunakan narkoba. Lingkungan sosial yang buruk pun ikut memperparah kebiasaan mengonsumsi narkoba.MH/Lidya

#STOPNARKOBA

#BNN

#HUMASDPP

#HIMABARI

Bahaya Narkoba Bagi Ibu Hamil

ibu hamil

JAKARTA – Majalah HIMABA RI.

Menantu Elvy Sukaesih, Chauri Gita, yang ditangkap terkait narkoba ternyata tengah hamil enam bulan. Saat penangkapan yang dilakukan Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya pada Jumat, 16 Februari 2018, istri dari anak Ratu Dangdut bernama Syehan itu sedang menggunakan sabu di kamar.

Dari segi analisis kasus tersebut, perilaku ibu hamil yang mencandu narkoba sekaligus minum minuman keras dapat disebut sebagai tindak kekerasan terhadap anak.

Sangat disayangkan bila seorang ibu hamil mengabaikan keselamatan dan kesehatan bayi dalam kandungannya hanya demi kenikmatan candu Narkoba.

Akibat konsumsi narkoba ibu hamil menjadi lengah, ia tidak memperhatikan asupan makanan bergizi bagi bayi, pola istirahat tidur juga terganggu (insomia), kecemasan dan ketegangan emosi meningkat terlebih bila kehamilan tidak dikehendaki.

Kandungan kimia dalam rokok juga berbahaya bagi kesehatan ibu dan bayi di dalam perut. Perilaku tersebut perlu ditindak pidana, seandainya ibu tersebut menolak berhenti merokok dan menjalani rehabilitasi.

Seperti halnya kasus menantu Elvy Sukaesih, bila janin yang dikandungnya meninggal. Maka, dikenai hukuman penjara 15 tahun dan/atau denda Rp3 miliar, sesuai yang termaktub dalam Undang-Undang Perlindungan Anak.

Dampak narkoba bagi janin dapat menembus plasenta dan gangguan fungsi pada pembuluh darah plasenta yang mensuplai zat nutrisi maupun oksigen bagi janin.  Akibat lanjut bayi menjadi tidak tumbuh sempurna (cacat bawaan), janin mengalami gangguan pertumbuhan otak, berisiko lahir dengan berat badan rendah meskipun cukup bulan, lahir  prematur, janin meninggal dalam kandungan, dan terlepasnya plasenta sebelum bayi terlahir.

Hal yang pertama dilakukan pada seorang ibu hamil pecandu narkoba adalah dengan menerima keadaan mereka dan membimbing dalam konseling terpadu baik psikolog maupun medis kebidanan.

Mengingat dampak buruk narkoba terhadap ibu hamil dan janin begitu besar maka bagi remaja khususnya remaja putri harus mampu menjaga diri  sebagai pencegahan agar tidak terjerumus dalam pergaulan yang melibatkan penggunaan obat terlarang, minuman beralkohol maupun merokok.

Jagalah kesehatan  alat reproduksi  dan hindari narkoba. Bergaul dengan narkoba hanya akan mematikan masa depan, cita-cita, hidup kita dan kehilangan orang-orang yang kita cintai.MH/Lidya