Menyambut Tahun Politik 2018, Test Urine Calon Pemimpin Selamatkan Bangsa Indonesia Dari Bahaya Narkoba

kemendagri

Ketua Umum HIMABA RI dengan Menteri Dalam Negeri
08/11/2017

JAKARTA – Menyambut Tahun politik baik Pilkada 2018, Pilpres, Caleg DPR-RI maupun DPRD Tahun 2019 menjadi momentum partai politik untuk menyaring para tokoh-tokoh yang menjadi wakil rakyat.

HIMABA RI berharap dalam penyaringan tersebut bukan hanya sekedar berkas tetapi yang lebih penting lagi yaitu test urine, untuk memastikan apakah calon tersebut pemakai narkoba atau tidak.

“HIMABA RI tidak peduli, siapapun yang akan menjadi calon kepala daerah dan kepala negara. Yang lebih penting adalah pemimpin yang memang betul-betul memiliki kesungguhan, ketegasan, keberanian untuk menyelamatkan NKRI dari masalah Narkoba.” Ujar Windu Priyo Wibowo di Jakarta, Selasa (8/11/2017)

Windu yang dikenal sebagai pengusaha bidang properti itu sangat kesal jika mendengar ada kepala daerah atau wakil-wakil rakyat yang terjerat Narkoba. Mereka yang terjerat narkoba, menurutnya karena keimanan mereka masih lemah.

Perjuangan dari teman-teman yang tergabung dalam HIMABA RI untuk memerangi Narkoba itu terdiri dari bermacam-macam agama, suku adat dan bermacam  macam partai/lintas partai. HIMABA RI adalah organisasi nasional yang menganut Azaz Pancasila maka di persilahkan seluruh masyarakat yang ingin bergabung di HIMABA RI tanpa paksaan.

Tapi pandangan HIMABA RI jelas, yakni setiap masyarakat yang perduli dan ingin berbuat, bukan hanya perduli tetapi ikhlas berbuat,berkorban moril, materil serta waktu untuk peran serta aktif menyelamatkan NKRI dari Ancaman bahaya peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba.

Narkoba yang di perangi namun makin menjadi-jadi itu bukti dari penjajahan terselubung oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Mereka melumpuhkan sendi-sendi bangsa, melumpuhkan perekonomian dan melumpuhkan generasi muda Penerus Bangsa Indonesia.

Melumpuhkan perekonomian, jelasnya, karena sebelumnya Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyampaikan besarnya anggaran negara yang digunakan untuk rehabilitasi. padahal masih banyak anggaran negara yang semestinya dapat dipergunakan untuk program lainnya, agar generasi muda terhindar dari peredaran gelap dan penyalahgunaan Narkoba.

“Tapi saya tidak mau bicara lebih panjang lebar soal anggaran negara, biarlah menjadi ranah pihak pihak terkait yang lebih berwenang,” tutur Putra mantan Utusan Khusus Presiden RI Bidang Ekonomi untuk Negara Negara Timur Tengah dan OKI.

Sekali lagi saya tegaskan, persoalan Narkoba itu harus diselesaikan oleh pemimpin-pemimpin yang memang sungguh-sungguh ingin membangun Bangsa Indonesia sehat tanpa Narkoba. Dalam agama islam itu disebut Istiqomah, punya kesungguhan, berani dan tegas.

Windu mengajak masyarakat  ikut mengawasi siapa calon-calon pemimpin atau wakil mereka kelak. Kata Windu, selain test urine ada juga test rambut. Test rambut, kata Windu bisa terdeteksi meski calon tersebut tidak pakai narkoba selama beberapa bulan. Tapi yang lebih dasyat lagi test darah.

Test urine, test rambut dan test darah dia lihat dilakukan masih sebatas seremonial/formalitas. Artinya, testnya di liput wartawan lalu di perlihatkan di televisi namun hasilnya tidak diumumkan kepada masyarakat.

Jadi dia berharap, pada test urine tersebut harus melibatkan pihak-pihak yang netral atau tidak berpihak salah satu calon sehingga bisa mempublikasikan hasilnya untuk diketahui masyarakat dan masing-masing pendukungnya. Jadi tidak hanya formalitas saja.

“Sekarang, siapa yang tahu kalau hasilnya positif. Tidak ada yang tahu kan?jadi, media harus berperan disini. Harus ditempel terus dan publikasikan hasilnya gimana,” Tukasnya. HIMABA RI/MH-LIDYA-Abuzakir Ahmad

#STOPNARKOBA

#HUMASDPP

#HIMABARI

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *