Kenali Gejala HIV AIDS

hiv

JAKARTA – Majalah HIMABA RI.

Human Immunodeficiency Virus adalah suatu virus yang dapat menyebabkan penyakit AIDS. Virus ini menyerang manusia dan menyerang sistem kekebalan (imunitas) tubuh, sehingga tubuh menjadi lemah dalam melawan infeksi. Tanpa pengobatan, seorang dengan HIV bisa bertahan hidup selama 9-11 tahun setelah terinfeksi, tergantung tipenya.

Dengan kata lain, kehadiran virus ini dalam tubuh akan menyebabkan defisiensi (kekurangan) sistem imun. Penyaluran virus HIV bisa melalui penyaluran Semen (reproduksi), Darah, cairan vagina, dan ASI. HIV bekerja dengan membunuh sel-sel penting yang dibutuhkan oleh manusia, salah satunya adalah Sel T pembantuMakrofagaSel dendritik

Virus ini juga dapat ditularkan melalui kontak dengan darah yang terinfeksi, misalnya menggunakan jarum suntik bersama-sama, mesin tato yang terkontaminasi, dan sebagainya. Bisa juga ditularkan dari ibu ke anak selama kehamilan, persalinan atau menyusui. Ketika virus HIV masuk ke tubuh manusia, ia akan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk melemahkan sistem kekebalan tubuh sampai akhirnya menjadi penyakit AIDS.

Gejala Awal Infeksi HIV Setelah sistem kekebalan tubuh melemah, seseorang yang terinfeksi HIV dapat mengembangkan gejala berikut: Lemah, Berat badan turun, Demam dan sering berkeringat Infeksi jamur persisten atau sering terjadi Ruam kulit persisten atau kulit terkelupas Kehilangan memori jangka pendek Infeksi herpes pada mulut, genital, atau anus, Berkembang menjadi AIDS.

Definisi AIDS termasuk semua orang terinfeksi HIV yang memiliki kurang dari 200 sel CD4+ per mikroliter darah. Definisi ini juga mencakup 26 kondisi penyakit yang umum pada penyakit HIV lanjut, tetapi yang jarang terjadi pada orang sehat. Artinya orang yang terkena HIV karena kekebalan tubuhnya lemah, maka akan mudah terserang infeksi baik oleh bakteri, virus, jamur, parasit, maupun organisme lainnya kondisi ini disebut dengan infeksi oportunistik.

Jadi yang menjadi gejala dan penderitaan adalah infeksi yang menyerang (oportunistik), bukan penyakit AIDS itu sendiri. Tanda-tanda dan gejala AIDS yang merupakan tanda-tanda infeksi oportunistik adalah sebagai berikut: Keringat berlebihan di malam hari Menggigil atau demam lebih tinggi dari 100 F (38 C) selama beberapa minggu Batuk, karena seringnya terkena peradangan atau infeksi di tenggorokan.

Sulit atau sakit saat menelan Sesak napas, bisa terjadi akibat pneumonia atau paru-paru basah yang sering disebabkan oleh mikoorganisme pneumocystic carinii. Diare kronis, maksudnya adalah menderita diare yang lama meskipun telah diobati namun tak kunjung sembuh.

Bintik-bintik putih Persistent atau lesi yang tidak biasa di lidah atau di mulut (sariawan) Sakit kepala Kelelahan yang terus menerus Penglihatan kabur dan terdistorsi Berat badan turun drastis Ruam kulit atau benjolan Orang dengan AIDS rentan untuk juga terhadap berbagai kanker seperti sarkoma Kaposi, kanker leher rahim, dan kanker sistem kekebalan yang disebut limfoma.

Setelah diagnosis AIDS ditegakkan, rata-rata waktu survival diperkirakan 2-3 tahun. Jika merasa ada gejala-gejala HIV AIDS seperti di atas, apalagi termasuk golongan yang berisiko maka segeralah periksakan ke dokter atau RS untuk mendapat kepastian
Sumber: Mediskus. MH/Lidya

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *