Kasus Narkoba Artis Jennifer Dunn, Sebuah Pelecehan Hukum

foto atas

(Jennifer Dunn cengengesan di Polda Metro Jaya, Selasa (2/1) )

JAKARTA – Majalah HIMABA RI, Sebagai lanjutan kasus narkoba yang menjerat artis dan foto model, Jennifer Dunn, kepolisian langsung membawa tersangka untuk pemeriksaan rambut di Puslabfor Mabes Polri Kalimalang Rabu (3/1/2018) siang.

foto tengah

(Jennifer Dunn saat di bawa ke Puslabfor Mabes Polri Kalimalang, Rabu (3/1/2018) siang. Foto/lst )

Tampak jedun, sapaannya menumpangi mobil SUV hitam didampingi Kasubdit I Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Jean Calvijn. Dengan rambut diikat dan memakai rompi oranye keluar dari kendaraan tanpa mengumbar senyum seperti kemarin.

Dia tidak berani menatap kamera, tidak seperti pada saat pers rilis oleh Polda Metro Jaya, Selasa (2/1) yang mengumbar senyum tanpa dosa. Ironisnya dia tidak menunjukan rasa penyesalannya.

Sikap yang tidak menunjukan penyesalan itu disesalkan oleh Ketua umum HIMABA RI, Windu Priyo Wibowo, betapa tidak, pelaku sudah tertangkap malah menunjukan rasa gembiranya saat disorot kamera.

“Ini pelecehan hukum, makanya pelaku ini senang karena menurut mereka, ah paling direhabilitasi. Pelaku tidak takut lagi,”kata Windu di Jakarta, Rabu (3/2).

Padahal, untuk merehab seseorang itu harus ada pengecualian yakni mereka yang melapor sendiri atau didampingi keluarganya dengan maksud untuk direhab.

Kalau tertangkap beda lagi penegakannya. Sekali lagi, kata Windu kecuali pelaku itu melaporkan diri karena hal itu sudah ada dalam Undang-Undang Narkotika No 35 Tahun 2009 terutama Pasal 54 dan Pasal 55 yang menyatakan, pecandu dan korban penyalahgunaan narkotika wajib menjalani rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial.

“Pasal rehabilitasi itu tidak tepat, terkesan dipermainkan. Banyak kasus seperti itu. Ada yang tertangkap malah direhabilitasi,”tambahnya

Diketahui, Jennifer Dunn sebelumnya ditangkap anggota Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya di rumahnya, Jalan Bangka XI C No. 29 RT 001 RW 010, Kelurahan Pela Mampang, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Minggu (31/12) sore.

Dia ditangkap setelah polisi menangkap FS yang merupakan kurir sabu yang akan mengantar barang ke Jennifer. FS diringkus di tempat terpisah di Jalan Rukun No. 27B, RT 002 RW 005, Jakarta Selatan.

“Ini salah satu fakta dan bukti nyata yang harus menjadi perhatian para penegak hukum untuk melihat dengan jelas dimana kenyataannya para penggunannya sudah tidak ada rasa takut lagi menggunakan narkoba” tandas Ketua Umum HIMABA RI.

Maka HIMABA RI tetap mendesak mengusulkan para penyalahguna yang sudah tertangkap diberikan sanksi hukuman yang seberat-beratnya/hukuman mati. Ini sudah bukan dianggap main-main lagi, apa jadinya negara ini apabila masyarakat sudah tidak takut akan sanksi hukum. MH/Lidya-Abuzakir Ahmad

#STOPNARKOBA

#BNN

#HUMASDPP

#HIMABARI

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *