Jaringan Narkoba Internasional Malaysia Aceh, HIMABA RI Minta Hukuman Mati Harus Tegas

IMG-20171110-WA0000

Jakarta – BANDA ACEH, HIMABA RI, BNN menggagalkan penyelundupan Narkoba dari jaringan internasional Malaysia Aceh yang masuk ke Indonesia melalui jalur laut di kawasan jalan lintas Medan Banda Aceh.

Seperti yang diberitakan salah satu televisi swasta, Kamis (9/11/2017), Petugas berhasil menemukan empat tersangka dan sejumlah barang bukti dengan sabu seberat 220kg dan 8500 butir pil ekstasi serta 10 ribu butir pil Halimah.

Tersangka merupakan jaringan Narkoba Internasional Malaysia-Aceh yang dikendalikan oleh seorang narapidana penghuni lapas di Aceh. Empat tersangka berinisial UD, RA, BR dan FRZ menyelundupkan ratusan kilo sabu-sabu dan ekstasi melalui jalur laut dari Penang Malaysia menuju pelabuhan Indirayep.

Para tersangka menyimpan paket sabu di dalam box ikan yang di kubur di dalam sebuah lubang yang tidak jauh dari lokasi penangkapan tersebut. Tersangka di jerat dengan Undang-Undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati.

Sebelumnya petugas BNN menggerebek sebuah rumah di Aceh. Rumah itu milik Marzuki. BNN mendapatkan barang bukti sabu dan pil ekstasi yang disembunyikan di pekarangan rumahnya pada Sabtu 4 November 2017.

“Jaringan ini masih terus dikembangkan,” Ujar Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen. Pol Arman Depari pada wartawan.

Sementara itu ketua umum HIMABA RI mempertanyakan peran petugas keamanan laut hingga barang haram itu lolos ke Indonesia.

“Yang menjadi pertanyaan saya kenapa dan bagaimana kerja petugas keamanan laut? Kok bisa selalu kecolongan. Sekarang ini kan peralatan negara kita sudah canggih, Narkoba di dalam badan orang juga bisa kelihatan atau terdeteksi, masa di box tidak kelihatan dari alat yang sudah canggih,” Ujar Windu di Jakarta, Jumat (10/11/2017).

Menyinggung vonis hukuman mati bagi tersangka, Windu berharap tetap di laksanakan seperti hukuman mati sebelumnya. Selama ini hukuman mati itu tidak terdengar lagi padahal masih ada bandar Narkoba yang sudah di vonis hukuman mati.

Presiden dengan institusi terkait lainnya harus tegas, hukuman mati bagi bandar Narkoba harus dijalankan. Jasad bandar yang sudah di eksekusi itu diperlihatkan ke public agar masyarakat Indonesia maupun dunia Internasional percaya kalo hukum di Indonesia sudah benar-benar dijalankan. Tujuannya, agar oknum-oknum penjajah tidak seenaknya saja kirim barang haram itu dengan tujuan menghancurkan NKRI.

Nah, tambahnya kebetulan hari ini peringatan hari Pahlawan 10 November maka tidak salah Windu turut mengucapkan Selamat Hari Pahlawan itu. Kalau dikaitkan lagi dengan Narkoba pesannya, semua pihak agar menjadi pahlawan.

“Jadilah pahlawan untuk diri sendiri, keluarga dan Bangsa Indonesia dari ancaman peredaran gelap dan penyalahgunaan Narkoba. Mari bersama-sama selamatkan NKRI yang kita cintai,” tandasnya. MH/Lidya/Abuzakir Ahmad

#STOPNARKOBA

#BNN

#HUMASDPP

#HIMABARI

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *