Category Archives: Lagi lagi Artis bermain barang Haram….!!!

Konsumsi Narkoba Aktor Tio Pakusadewo Ditangkap Polisi

JAKARTA – Majalah HIMABA RI. Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menangkap aktor Tio Pakusadewo di kediamannya kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Selasa (19/12) lalu.

Dalam penangkapan itu polisi menemukan beberapa orang bukti berupa tiga klip sabu, tempat bong.

“Yang bersangkutan menggunakan sabu di rumahnya. Sekarang sudah kita amankan,”kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono, Jumat (22/12)

Sebenarnya, kata Argo, penangkapan aktor yang masih kerabat Kadipaten Pakualan tersebut, bermula dari laporan masyarakat yang diterima kepolisian. Informasi tersebut membuat pihak kepolisian langsung melakukan penyelidikan, dan penangkapan.

IMG-20171222-WA0000

(Aktor Tio Pakusadewo. Foto/lst)

Diketahui, Tio Pakusadewo pernah membeberkan kepublik, bahwa dirinya mantan pecandu narkoba dan tidak lagi memakai narkoba alias sudah bersih dari barang haram itu.

Seperti pengakuan Tio yang dimuat Kompas.com, Selasa 23 Mei 2017, saat memberi sambutan dalam acara pemusnahan miras Polda Metro Jakarta Selatan. Tio mengaku, selama 15 tahun aktif mengkonsumsi narkoba dan terbebas dari jerat narkoba.

“Sejujurnya baru sekitar satu tahun satu bulan ini saya berhasil berhenti keterkaitan dan keterikatan narkoba. Saya melalui rehab dan lain-lain,”kata Tio saat itu.

Di dunia perfilman, pada tahun 1990, namanya mulai dikenal publik setelah membintangi film layar lebar berjudul Cinta Dalam Sepotong Roti bersama Nia Zulkarnaen, garapan Sutradara Garin Nugroho.

Kemudian tahun 1991, Tio meraih Piala Citra, untuk kategori aktor terbaik pada Festival Film Indonesia (FFI) dalam film Lagu Untuk Seruni. Berperan sebagai Aria, seorang komponis idealis dalam film itu membuat Tio semakin diperhitungkan dalam jagad perfilman Indonesia.

Irwan Susetio Pakusadewo atau Tio Pakusadewo lahir di Jakarta, 2 September 1963. Sebagai bintang film muda yang penuhtalenta dieranya, namun sangat disayangkan diusia yang masih bisa menularkan talenta untuk generasi muda Tio malah menjadi pecandu narkoba. MH/Lidya-Abuzakir

#STOPNARKOBA

#BNN

#HUMASDPP

#HIMABARI

Tersandung Kasus Narkoba, Artis SF Mengaku Gunakan Ganja Tiap Hari

037655400_1509291196-IMG-20171029-WA0011

Tersangka SF, artis yang terjerat narkoba, saat berada di Polda Metro Jaya, Minggu (29/10/2017).(Liputan6.com/Rezki Apriliya Iskandar)

Liputan6.com, Jakarta Seorang wanita yang mengaku sebagai artis berinisal SF, diamankan Satuan Narkoba Polda Metro Jaya, lantaran kedapatan memiliki ganja dan juga sabu. Dalam rilis yang digelar di Polda Metro Jaya, Minggu (29/10/2017) malam, SF mengaku hampir tiap hari mengkonsumsi ganja.

“Sehari, ganja selinting saja cukup,” ujar SF sambil menutupi wajahnya karena malu.

037892800_1509286357-IMG20171029194809
Artis berinisial SF diperiksa di Polda Metro Jaya
 SF yang mengaku pernah bermain film dan FTV, mengatakan ia sudah mengonsumsi narkoba selama dua tahun belakangan ini. Ia pun rutin menghisap ganja dan memiliki stok untuk diisap sendiri. “Sudah dua tahun pakai ganja,” jawab SF singkat.

Dalam penggeledahan, SF yang ditangkap bersama kekasihnya berinisial CG, kedapatan memiliki ganja seberat 80 gram, yang dibungkus menggunakan kertas nasi berwarna coklat. Selain itu, juga terdapat kotak berwarna hitam yang di dalamnya terdapat sabu seberat 0,5 gram, dan juga cangklong.

“Kita temukan dua paket ganja. Masing-masing paket ganja seberat 40 gram. Jadi kalau ditotal ada 80 gram,” ujar Kasubdit 1 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, AKBP Jean C. Simanjuntak.

090321000_1509286234-IMG20171029195821Artis berinisiap SF ditangkap di Polda Metro Jaya atas dugaan kasus narkoba

Seperti diketahui SF ditangkap oleh pihak kepolisian di kediamannya di kawasan Modern Land, Tangerang Kota, 23 Oktober 2017. Hal itu merupakan buah penyelidikan atas pemesanan sabu yang dilakukan SF melalui ojek online.

“Tersangka SF yang diduga artis memesan narkotika jenis sabu dengan DPO inisial A, menggunakan modus melalui SMS banking. Dikirim Rp 850 ribu dengan harapan sabu akan dikirim. Tetapi DPO A sudah beberapa kali transaksi dengan SF. Dengan kesepakatan mereka akan diantar ojek online. Awalnya A meyetop ojek online di Tebet tanpa aplikasi. Dia minta diantar ke arah Modern Land, Tangerang yang dibungkus kotak (hitam) dan memberikan uang Rp 300 ribu,” kata Jean C.Simanjuntak.

#STOPNARKOBA

#BNN

#HUMASDPP

#HIMABARI

Kerjasama HIMABA RI dengan Asuransi Jiwa Bumiputera

21371024_2003932929826616_7929808427326541979_n

DUKUNGAN KESBANGPOL KOTA BEKASI KEPADA DPC HIMABA RI KOTA BEKASI JAWA BARAT.

BNN UNGKAP SABU DALAM MESIN CUCI

BNN UNGKAP SABU DALAM MESIN CUCI.

Melalui kerja sama interdiksi antara BNN, Polri dan Bea Cukai di wilayah perbatasan darat di Kalbar, wilayah laut di Pantai Cermin Sumut, dan bandara di Jambi, Palembang, Bali dan Soekarno Hatta, berhasil diungkap jaringan peredaran gelap narkotika Malaysia-Indonesia.
Kali ini, Badan Narkotika Nasional (BNN) mengamankan seorang anggota jaringan sindikat narkotika internasional jenis sabu di sebuah rumah di kawasan Kavling Pancur Baru, Sei Beduk, Batam Kepulauan Riau, pada Rabu (19/7/2017). Dari tangan tersangka bernama Jan (28), petugas menyita sabu seberat 10.534 gram yang disembunyikan dalam mesin cuci.
Kronologi
Pada tanggal 19 Juli 2017, petugas berhasil mengamankan Jan di sebuah rumah di daerah Sei Beduk, Batam yang diduga kuat berperan sebagai pengepul dan pengedar narkotika yang peredarannya telah berhasil ditangkap di Bandara Soekarno Hatta seberat 2.02 kg sabu dengan jumlah tersangka 3 orang tersangka (semuanya laki-laki), Jambi seberat 1 kg sabu dengan jumlah tersangka 2 orang (semuanya perempuan), Bali seberat 0,5 kg sabu dengan jumlah tersangka sebanyak 2 orang (semua laki-laki), dan Palembang seberat 4 kg sabu dengan tersangka 4 orang (3 perempuan dan seorang laki-laki), dengan total barang bukti sabu seberat 7,52 kg dengan modus diselipkan di dalam sepatu. Setelah dilakukan penggeledahan di rumah Jan, petugas menyita sabu seberat 10.534 gram yang disembunyikan dalam mesin cuci. Sabu berasal dari Malaysia.
Menurut keterangan Jan sabu tersebut ia ambil dari seseorang kurir atas perintah seseorang yang dipanggil “Abang” (DPO) di parkiran Pelabuhan Punggur Batam. Setelah sabu tersebut disimpan di rumahnya, Jan terus menunggu perintah dari Abang untuk pengiriman selanjutnya. Upah yang ia terima untuk pekerjaan tersebut sebesar Rp 2 juta dari setiap kilogram yang diedarkan.
Ancaman Hukuman
Atas perbuatannya, Jan dikenakan pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1), pasal 112 ayat (2) Jo pasal 132 ayat (1) UU No.35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal pidana mati.
Selamatkan Anak Bangsa
Penyitaan sabu seberat 10.534 gram ini menyelamatkan lebih dari 52 ribu anak bangsa dari penyalahgunaan narkotika.#stopnarkoba

#STOPNSRKOBA
HUKUM MATI UNTUK PENGEDAR DAN BANDAR NARKOBA….!!!

#humasDPP

WARNING BUWAS UNTUK ARTIS DIABAIKAN.

Liputan6.com, Jakarta – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso mengatakan artis yang belakangan ditangkap karena terjerat narkoba sebenarnya sudah mendapatkan peringatan. Meski tidak menyebut siapa artis yang dimaksud, dia menyayangkan peringatan tersebut justru diabaikan.
Budi bahkan mengungkapkan, artis yang dimaksud pernah berfoto selfie dengannya dalam sebuah acara.

“Seperti yang kemarin kan sudah saya warning. Mereka-mereka kan hadir pada saat saya menyampaikan. Bahkan, ikut selfie sama saya,” tutur Budi Waseso di Kantor BNN, Jalan MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (25/7/2017).
“Saya sudah tahu datanya ada. Cuma harapan saya sudah mulai sadar nih, mulai menjauh (dari narkoba). Tapi malah tidak,” ujar dia.
Buwas secara tegas memperingatkan para artis agar jangan main-main dengan aparat penegak hukum, baik itu dari kepolisian atau BNN. Dia mencontohkan beberapa artis pemakai narkoba banyak yang tidak menyangka telah menjadi intaian petugas.
“Mereka malah (merasa) aman, tapi ketangkap juga kan,” ujarnya.
Sebagai aparat penegak hukum, Buwas mengaku akan menindak tegas siapa pun yang terbukti menggunakan narkoba. “Saya enggak pakai target-target. Kalau sudah ada barang buktinya terpenuhi, pasti akan dilakukan tindakan-tindakan,” Buwas menegaskan.
Sebelumnya, foto artis yang terjerat kasus narkoba Pretty Asmara bersama dengan Kepala BNN Budi Waseso beredar luas di media sosial. Foto itu disebut merupakan bagian dari pertemuan kepala BNN dengan sejumlah selebritas Tanah Air beberapa bulan lalu.
Pertemuan sengaja digelar BNN untuk memperingatkan kalangan artis yang rentan dengan penyalahgunaan narkoba pasca-ditangkapnya penyanyi dangdut Ridho Rhoma.
Saat ini BNN sudah tidak lagi menunjuk duta anti-narkoba, karena khawatir akan disalahgunakan sebagai kedok untuk menggunakan atau mengedarkan barang haram tersebut.
BNN kini memilih menganugerahkan gelar penggiat anti-narkoba kepada mereka yang melakukan aksi nyata dalam memerangi narkoba.

DPC HIMABA RI KOTA SIBOLGA SUMATERA UTARA.

STOP NARKOBA DPC HIMABA RI SIBOLGA

MALAYSIA TIDAK PERDULI…

Kepala BNN: Malaysia Tidak Peduli Kerjasama Pemberantasan Narkoba
Selasa, 25 Juli 2017 13:12 WIB
Kepala BNN: Malaysia Tidak Peduli Kerjasama Pemberantasan Narkoba
Fitri Wulandari/Tribunnews.com
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso ditemui di Lobby Gedung BNN, Jalan MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (25/7/2017).
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Menanggapi banyaknya kasus peredaran narkotika yang dipasok dari Malaysia, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso angkat bicara.
Ia mengatakan, negara tersebut ia anggap tidak peduli terkait kerjasama dalam upaya pemberantasan narkoba yang terjalin selama ini dengan negara lainnya, termasuk Indonesia.
“Kenapa (jaringan narkotika) dari Malaysia terus, padahal punya hubungan (kerjasama) negara (antara Indonesia dan Malaysia), (karena) Malaysia tidak seperti yang kita inginkan,” ujar Buwas, dalam rilis barang bukti sitaan 10 kg sabu dan tersangka, di Lobby Gedung BNN, Jalan MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (25/7/2017).
Menurutnya, negeri jiran tersebut selalu mencari alasan dan menggunakan peraturan Undang-undang negara mereka sebagai dalih.
Buwas pun spontan menyebut Malaysia tidak peduli dengan kerjasama yang terjalin, padahal jaringan narkotika yang memasok ke Indonesia, sebagian besar berasal dari negara tersebut.
“Mereka selalu berkelit dengan aturannya, boleh saja mereka protes, tapi faktanya negara itu tidak care,” kata Buwas.
Lebih lanjut ia kemudian membandingkan dengan kerjasama yang dilakukan oleh ASEAN yang tegas dalam bekerjasama memberantas narkoba.
“Kalau ASEAN itu kan saling bekerjasama antar negara untuk melawan (peredaran narkoba, tapi itu (Malaysia) tidak,” kata Buwas.
Buwas pun menegaskan bahwa Indonesia hanya menjadi ‘tempat sampah’ dari peredaran narkotika asal Malaysia.
“Kita yang menampung sendiri, malah jadi pangsa pasarnya, kena sampahnya (narkotika Malaysia) saja,” tegas Buwas

#humasDPP

BUWAS DIPERDAYA ARTIS…HEHE..

Saat Komjen Budi Waseso Baru Sadar Diperdaya Pretty Asmara

Merdeka.com

Diterbitkan : 21/07/2017 08:23

LINEfacebooktwitterblackberrywhatsappKEEPCOPY

368

Saat Komjen Budi Waseso baru sadar diperdaya Pretty Asmara. Padahal Pretty Asmara merupakan salah satu duta antinarkoba. Namun lanjut Waseso, ternyata Pretty hanya ingin mempelajari BNN demi kepentingan penyelundupan narkotika.

Artis Pretty Asmara perempuan yang selalu berpenampilan nyentrik ini dicokok aparat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya di lobi Hotel Grand Mercure, Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (16/7) sekitar pukul 01.00 WIB. Saat itu, Pretty diduga tengah melakukan transaksi narkoba dengan rekannya bernama Dani alias HMD.

Tak langsung digelandang ke kantor polisi, keduanya dibawa ke kamar nomor 2138. Di kamar itu polisi menemukan sabu seberat 0,9 gram.

Ketika itu, Pretty mengaku menyuplai narkoba pada AL yang berada di room karaoke hotel tersebut. Langsung saja, aparat berikut Pretty dan Dani menuju room karaoke yang dimaksud.

Di dalam sana, polisi mendapati tujuh perempuan yang berprofesi sebagai artis tengah pesta narkoba. Terkejut didatangi aparat, ketujuh-nya langsung berupaya menyembunyikan barang bukti dengan menutup menggunakan tisu.

Aparat menemukan 1 buah amplop coklat berisi 1 bungkus plastik klip narkotika jenis shabu berat 1,12 gram, 23 butir ekstasi dan 38 butir happy five.

Kasubdit II Ditnarkoba Polda Metro Jaya, AKBP Doni Alexander mengatakan awalnya polisi menangkap Hamdani yang diketahui sebagai bandar. Hamdani memang sudah menjadi target kepolisian.

“Kebetulan Hamdani seorang bandar yang mana informasi dari masyarakat sering suplai ke PA,” terangnya.

Menurut Doni, saat penangkapan Pretty dan kawan-kawan sedang menggelar pesta. “Dia (Pretty) menyediakan, menyiapkan (narkoba) dan membayarkan. Pretty memang negatif urine. Dia (Pretty) yang mengkondisikan Hamdan untuk menyediakan barang tersebut. Dia yang merintah. Atas keterangan Hamdan, Pretty yang memesan,” jelasnya.

Kepala BNN Komjen Budi Waseso mengatakan kalangan selebritis menjadi sasaran empuk untuk mengedarkan narkoba jenis apapun. Alasannya secara kehidupan dan finansial kalangan artis sangat mudah ditawarkan barang haram.

“Karena dari lifestyle terpenuhi, dari segi finansial mereka punya juga, karena itu dimanfaatkan jaringan untuk menyebarkannya,” kata Budi Waseso.

Waseso pun mengatakan telah menyampaikan bahaya penggunaan narkotika kepada para artis, termasuk Pretty Asmara yang beberapa waktu lalu diketahui diduga sebagai pengedar di kalangan artis.

Padahal Pretty Asmara merupakan salah satu duta antinarkoba. Namun lanjut Waseso, ternyata Pretty hanya ingin mempelajari BNN demi kepentingan penyelundupan narkotika.

“Nah, terbukti dia hanya ingin mempelajari saya. Pak Buwas bohong, tetapi terbukti dia bandarnya dan dia jaringannya,” ungkap Waseso.

Selain itu, Waseso mengaku sudah mengantongi daftar nama artis yang terlibat narkotika. BNN pun tinggal bergerak untuk menciduk.

“Saya sudah warning, saya tidak menargetkan siapa pun (mau artis atau pejabat atau masyarakat umum), saya tidak cari popularitas tetapi ini pengamanan untuk negara dan bangsa,” kata Waseso.

Pretty Asmara. ©2017 kapanlagi.com

Terpisah, Deputi Pemberantasan Narkoba BNN Irjen Arman Depari mengakui, peredaran narkotika di Indonesia ada yang menyasar hingga ke kalangan artis. Contohnya beberapa artis yang diringkus Polda Metro Jaya.

“Ada (kalangan artis), dan banyak ternyata memang ada yang pakai itu ada yang ditangkap Polda Metro,” katanya.

BNN pun berusaha untuk memberantas peredaran narkoba. Terlebih, untuk masalah pencegahan. “Nah itulah kelemahan kita sekarang kan, tadi saya sampaikan kalau dari segi penindakan dan pemberantasan sudah luar biasa. Tetapi untuk pencegahan ini jadi PR bagi kita semua,” katanya.

Untuk itu, ia meminta agar masyarakat juga berperan penting untuk mencegahnya. Sebab, tanpa adanya dukungan dari masyarakat petugas pun tak akan sanggup.

“Pencegahan itu tidak hanya dilakukan aparat mutlak harus ada keterlibatan dari masyarakat sendiri, kalau mereka masih butuh, membeli dan mencari, maka permintaan akan selalu ada, tentu suplai akan selalu ada,” pungkasnya

KERJASAMA TNI AL DENGAN HIMABA RI

kerjasama TNI AL – HIMABA RI