Menerima Rekomendasi dari Menkokesra RI dengan Bapak Agung Laksono

Menerima Rekomendasi dari DPR RI dengan Bapak Priyo Budi Santoso sebagai wakil ketua DPR RI bidang Polkam

MoU HIMABA - RI dengan KADIN Provinsi DKI Jakarta

Menteri Perindustrian mendukung Program Kerja HIMABA RI penyuluhan di lingkungan masyarakat Industri

Umroh PT. Nur Cahaya Utama Bersama Himaba - RI

Bersama Bapak Wapres Budiono di Istana Negara

Bersama Raffi Ahmad, Duta Anti Narkoba HIMABA RI

Bersama Ibu GKR Hemas, Wakil Ketua DPD RI dan Dewan Pembina DPP HIMABA RI

Bersama Wakil Pemimpin Redaksi MINA, Alm. Syarif Hidayat sesaat penandatanganan MoU antara HIMABA-RI dengan Miraj Islamic News Agency (MINA)

Bersama Kapolri Jenderal Badrodin Haiti pada puncak Peringatan Hari Anti-Narkotika Internasional (HANI) 2015 di Istana Negara, Jumat (26/6/2015)

Presiden Joko Widodo saat berpidato pada puncak Peringatan Hari Anti-Narkotika Internasional (HANI) 2015 di Istana Negara, Jumat (26/6/2015)

Ketua Umum HIMABA RI Bersama Kepala BNN Bapak Komjen Pol. Budi Waseso

HIMABA RI Mengajak ICMI Mensosialisakan P4GN

Kerjasama dengan Dirut dan GM Bank Bukopin

Bersama Pembina DPP HIMABA RI Ibu DR. Hj. Elza Syarief, SH. MH dan Bapak Ing. Ir. Vidi Galenso Syarief, SH. MH.

Pengurus HIMABA RI kelurahan

Penyuluhan bahaya narkoba di sekolah-sekolah

Surat Rekomendasi KEMENDAGRI kepada HIMABA-RI

 

Artis Riza Shahab Tertangkap Gunakan Narkoba

RIZA

(Riza shahab/Foto/lst)

JAKARTA – Majalah HIMABA RI

Artis Riza Shahab ditangkap bersama lima rekannya yang bernama Rizka Hijrah Syafitria (27), Rastio Eko Fernando (29), Achmad Reza (27), Santry Napitupulu (31), dan Wedo Satria (23) di sebuah apartemen di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan seusai mengkonsumsi narkoba jenis sabu-sabu.

Awalnya Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Suwondo Nainggolan mendapat informasi kalau tersangka Rizka melakukan penyalahgunaan narkoba di kosnya yang juga berada di kawasan Jakarta Selatan.

Namun, waktu polisi menghampiri kos Rizka, yang bersangkutan tidak ada di lokasi. Setelah diselidiki, Rizka berada di apartemen The Wave, Jakarta Selatan, bersama tersangka lainnya.

Kemudian dilakukan interogasi, riza shahab membeberkan alasannya mengkonsumsi narkoba jenis sabu sebelum diringkus tim Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya. Kepada penyidik, Riza mengaku hanya coba-coba memakai sabu. Saat itu, Riza mengalami gangguan tidur hingga akhirnya tertarik mencoba zat adiktif tersebut.

Mengacu pada pengakuan Riza Shahab, penyidik menduga sang artis terpengaruh lingkungan saat memakai sabu sebelum ditangkap. Sebab, Riza mengaku kenal dengan beberapa orang yang ada di lokasi penangkapan. Namun pihaknya belum dapat memastikan karena masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.

Keenam tersangka ditangkap pada Jumat dini hari pukul 01.30.

Usai ditangkap, lanjutnya, polisi melakukan tes urine kepada keenam tersangka. Dari hasil pemeriksaan, keenam orang tersebut positif amphetamine dan metamphetamine.MH/Lidya

#STOPNARKOBA

#BNN

#HUMASDPP

#HIMABARI

Kapolres Metro Jakarta Pusat Terapkan Pasal Pembunuhan Bagi Peracik Miras

MIRAS

(Miras oplosan/Foto/lst)

JAKARTA – Majalah HIMABA RI

Akhir-akhir ini minuman keras atau yang biasa disebut miras kembali menjadi bahan perbincangan dikalangan publik, pasalnya miras tersebut diracik dengan campuran bahan bahan berbahaya dan mematikan.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Roma Hutajulu, mengaku akan menerapkan pasal pembunuhan kepada para peracik minuman keras (miras) oplosan. Penerapan tersebut berlaku jika ada pembeli yang meninggal dunia akibat menenggak miras yang diraciknya.

Diterapkannya pasal pembunuhan karena para peracik dianggap mengetahui kalau bahan yang digunakan untuk meracik miras oplosan itu berbahaya, bahkan sampai bisa menghilangkan nyawa orang.

Selain itu, dia ingin agar masyarakat bisa bekerja sama dengan kepolisian dalam memberantas miras oplosan yang sudah sangat meresahkan masyarakat. MH/Lidya

#STOPNARKOBA

#BNN

#HUMASDPP

#HIMABARI

Sembunyikan Sabu Dalam Sepatu, 3 Pria Ditangkap di Bandara

sabu dalam sepatu

(Foto/lst/dok : detik.com)

ACEH – Majalah HIMABA RI
Tiga pria penyelundup sabu sebanyak satu kilogram tertangkap di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda Blang Bintang, Aceh, Besar, Aceh.

Saat itu, para pelaku hendak ke Jakarta dengan menggunakan pesawat Batir Air. Setelah diamankan, mereka diperiksa dan petugas menemukan sabu dalam sepatu yang dipakai ketiga tersangka.

Ketiga pelaku menyembunyikan barang haram tersebut dalam sepatu. Barang bukti yang diamankan dari ketiganya yaitu enam paket sabu dengan berat 1 kilogram

Ketiga pria tersebut berinisial WA (23), EM (22) dan MA (27), penangkapan berawal dari informasi yang diberikan personel Direktorat Narkoba Polda Aceh ke petugas bandara.

Usai ditangkap, ketiganya kemudian diserahkan ke personel Direktorat Narkoba Polda Aceh. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, ketiganya mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari seseorang di Kabupaten Bireuen, Aceh.

Saat ini tersangka dan barang bukti diamankan di Ditnarkoba Polda Aceh untuk proses penyelidikan lebih lanjut. MH/Lidya

#STOPNARKOBA

#BNN

#HUMASDPP

#HIMABARI

HIMABA RI Mendesak Ketua DPR RI Segera Rampungkan Revisi UU No.35 Tahun 2009

IMG_20180405_104550

JAKARTA – Majalah HIMABA RI.

Ketua Umum HIMABA RI Windu Priyo Wibowo kembali bersilaturahmi dengan Ketua DPR RI Bambang Soesatyo di ruang kerja Ketua DPR RI yang didampingi komisi III Arteria Dahlan, di Gedung Nusantara III DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (05/04/2018).

Dalam pertemuan kurang lebih 1 setengah jam, Windu Priyo Wibowo memberikan penjelasan mengenai narkoba serta jenis-jenisnya,juga mendesak Ketua DPR RI agar segera rampungkan revisi UU Narkotika No.35 Tahun 2009.  pasalnya saat ini Narkoba sudah dalam tahap darurat di Indonesia.

Bamsoet menyambut dengan baik kedatangan Ketua Umum beserta anggota HIMABA RI, ia sangat mendukung HIMABA RI dan berharap agar setiap lapisan masyarakat bergerak dalam pencegahan narkoba  dan lebih aktif lagi dalam memberantas keberadaan Bandar narkoba di Indonesia.

#STOPNARKOBA

#BNN

#HUMASDPP

#HIMABARI

Ketua DPR RI Menerima Pemberian Jaket Sebagai Pembina HIMABA RI

IMG_20180405_103736

IMG-20180405-WA0016

Usai Konsumsi Permen, Urine Bocah 3 Tahun Mengandung Narkoba

ibu dan anak

JAKARTA – Majalah HIMABA RI.

Kapolres Kepulauan Meranti AKBP La Ode Proyek, telah mendapatkan informasi dari Satuan Reserse narkoba Polres Meranti tentang laporan ibu balita yang tinggal di Jalan Alah Cikpuan, Gang Mulia Selatpanjang, pada 31 Maret 2018.

Sang ibu berinisial RN dan balita CS diduga mengonsumsi permen yang mengandung zat narkoba, yakni methafetamin dan amphetamin.

Dari pengakuan RN, dia dan sang anak sebelumnya pada Jumat, 30 Maret 2018 bermain di rumah ayahnya atau kakek dari sang anak yang berinisial AR. Saat itu, AR sempat membelikan lima bungkus permen di warung dekat rumahnya.

Anaknya memakan sebanyak tiga bungkus permen dan ibunya sisanya.

Selang tiga jam, usai memakan permen tersebut, balita berumur 3 tahun 8 bulan tersebut mengalami perubahan perilaku. Seperti mengalami gangguan susah tidur hingga berbicara tidak karuan sampai keesokan harinya. Karena hal itu, pihak keluarga langsung melaporkan kepada pihak yang berwajib.

RN didampingi Anggota Sat Resnarkoba, membawa sang anak ke RSUD Kabupaten Kepulauan Meranti untuk mendapatkan pengobatan. Hasil tes urine CS dinyatakan positif menggandung amphetamine.

Tak hanya si balita, sesampainya di rumah, sang ibu juga melakukan tes yang serupa dan dinyatakan positif juga.

Sat Resnarkoba sampai saat sekarang masih menyelidiki keluarga korban dan lingkungan sekitarnya. Termasuk distributor yang memasukkan produk permen tersebut di wilayah Selatpanjang.

Untuk membuktikan terkait dugaan permen yang mengandung narkoba, dilakukan juga uji laboratorium ke BPOM Pekanbaru.

Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti akan menguji permen yang telah diserahkan pihak keluarga korban. Hal terpenting, kata dia, pihak penegak hukum tidak terburu-buru untuk melakukan tindakan represif sebelum adanya hasil laboratorium. MH/Lidya

#STOPNARKOBA

#BNN

#HUMASDPP

#HIMABARI

Tak Hanya Narkoba, PSK China Runtuhkan Moral dan Generasi Bangsa Indonesia

JAKARTA – Majalah HIMABA RI.

Hubungan kerja sama ekonomi dengan China menyebabkan meningkatnya pemasokan narkoba ke Indonesia dari China. Selanjutnya, muncul sejumlah kalangan menyatakan dampak negatif isu meningkatnya jumlah PSK (pelacur) masuk ke Indonesia dari China.

Sementara itu, muncul juga isu penyeludupan PSK dari China. PSK ilegal asal China ditangkap petugas Imigrasi di sejumlah daerah. Salah satunya, kata dia, kasus penangkapan 76 PSK berpaspor RRC oleh Ditjen Imigrasi Kemenkumham di tiga kelab malam di DKI Jakarta.‎ Adapun jumlah PSK dari China ini.

Mereka masuk ke Indonesia menggunakan visa kunjungan wisata. Ada pula overstay.

Jokowi-JK perlu mengelola dan mengendalikan issue politik penyeludupan narkoba dan PSK (pelacur) dari China ini agar tidak menjadi dasar penolakan kebijakan hubungan kerja sama ekonomi dengan China.

Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM (Kemkumham) sempat menjaring 76 perempuan berkewarganegaraan Republik Rakyat China (RRC) pada operasi pengawasan orang asing digelar pada pergantian malam tahun baru 2017 di Jakarta. dikutip dari islaminews.com

Mereka diduga melanggar Undang-Undang (UU) Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, menyalahgunakan peruntukan visa kunjungan.

Menurut dia, 76 orang yang diamankan tersebut didapati melakukan kegiatan sebagai terapis pijat, pemandu lagu, serta pekerja seks komerial (PSK) bertarif Rp2,8 juta hingga Rp5 juta.

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Yasonna Laoly mengatakan, Kementerian Hukum dan HAM akan terus melakukan pemantauan dan operasi pengawasan terhadap TKA yang ada di Indonesia.

Kasus ini tentunya sangat perlu ditindaklanjuti dengan serius, pasalnya jika tidak ada gerakan maka akan terus terjadi kerusakan moral dan mental kaum muda Indonesia akan terus meningkat dengan penyeludupan narkoba dari China ini pada khususnya. MH/Lidya

#STOPNARKOBA

#BNN

#HUMASDPP

#HIMABARI

Jaringan Freddy Budiman Menjadi Salah Satu Incaran BNN dari 26 Sindikat Narkoba

freddy budiman

(Freddy Budiman/Foto/Lst)

JAKARTA – Majalah HIMABA RI.

BNN telah menangkap 35 orang tersangka narkoba dalam waktu dua bulan pada Januari hingga Febuari 2018.

Target BNN lebih kurang 26 sindikat yang akan dicoba terus lakukan pemberantasan dan tentu kalau mereka melakukan perlawanan, maka akan dolakukan penindakan tegas untuk para bandar ini.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen Heru Winarko menargetkan pemberantasan puluhan jaringan narkoba. Dari 26 jaringan narkoba yang menjadi target incaran BNN, ternyata masih ada yang masuk dalam jaringan Freddy Budiman. Dan mereka itu hampir semua saling melakukan kerja sama dalam mengedarkan barang haram tersebut.

“Sebagian ada (jaringan Freddy Budiman), tapi ada yang berkembang, mereka saling bekerja sama untuk kepentingan mereka. Oleh karena itu BNN harus teliti dalam melihatnya.” ujar Irjen Heru Winarko. MH/Lidya

#STOPNARKOBA

#BNN

#HUMASDPP

#HIMABARI

Mantan Kasat Narkoba Polres Bintan Divonis 10 Tahun Akibat Terbukti Jual Sabu

AKP desta analis

(AKP Desta Analis/Foto/Lst)

TANJUNG PINANG – Majalah HIMABA RI.

Mantan Kasat Resnarkoba Polres Bintan, Kepulauan Riau, divonis pengadilan bersalah karena terbukti memiliki dan menjual narkoba jenis sabu-sabu.

Dari fakta persidangan terungkap, terdakwa mengambil timbangan digital dari ruang kerjanya untuk menimbang sabu yang diambil dari barang bukti seberat 16 kilogram dari dua tersangka di lapangan parkir hotel, kawasan Tanjungpinang, Kepulauan Riau, pada 17 Maret lalu.

AKP Desta Analis divonis 10 tahun penjara dan denda sebesar Rp 1 miliar oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Tanjung Pinang. Dia terbukti menjual 0,5 kilogram dari total 16 kilogram sabu yang dimilikinya.

AKP Desta Analis memenuhi unsur dalam pasal Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.MH/Lidya

#STOPNARKOBA

#BNN

#HUMASDPP

#HIMABARI

Kepala BNN : memberantas peredaran narkoba di Indonesia memerlukan ekstra kerja keras

komjen

 

(Irjen Heru Winarko/Foto/lst)

JAKARTA – Majalah HIMABA RI.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen Heru Winarko menyampaikan, memberantas peredaran narkoba di Indonesia memerlukan ekstra kerja keras. Sindikat jaringan narkoba baik nasional maupun internasional yang sistematis menyebarkan narkoba terus mencari kelengahan petugas hingga bisa berhasil memberikan pukulan telak alias meloloskan barang haram.

Menurut Heru, upaya BNN bersinergi dengan berbagai negara penyuplai prekusor atau bahan pembuat narkoba sudah dilakukan. Termasuk ke negara yang terkenal memasok narkoba ke Indonesia.

Selain itu, Heru mengaku sudah bertemu juga dengan beberapa pihak pengelola lapas terkait maraknya peredaran bahkan pengendalian narkoba dari balik jeruji besi. Evaluasi pun dilakukan untuk membangun sistem pencegahan perihal tersebut.

Heru ingin bukan hanya ada pembinaan di lapas, tapi juga rehabilitasi. Karena tidak semua pengguna mau direhabilitasi.

Kemudian usaha BNN lainnya bersama dengan Bea Cukai, sinergitas dilakukan untuk terus siaga baik dalam pencegahan dan percepatan informasi di sejumlah wilayah khususnya perbatasan. Lalu lintas barang keluar dan masuk antar negara diawasi, bahkan menggunakan radar berteknologi canggih.MH/Lidya

#STOPNARKOBA

#BNN

#HUMASDPP

#HIMABARI